Pelatihan Metodologi Penelitian Gender

Latar Belakang
Banyak penelitian gender yang ditawarkan oleh pemerintah dan lembaga-lembaga, baik lokal, nasional, maupun internasional. Hal ini merupakan peluang yang dapat dilakukan oleh para akademisi, peneliti, dan stakeholders lainnya.
Penelitian dari berbagai disiplin ilmu dapat dikaitkan dengan perspektif gender. Dalam kajian gender terdapat metode dan alat analisis. . Dengan metode dan analisis gender akan dapat diungkapkan kesenjangan gender, ditemukan faktor-faktor penyebabnya serta langkah-langkah pemecahan masalah. Hasil kajian gender dapat bermanfaat bagi para pengambil keputusan dan perencana untuk menyusun kebijakan, program, dan kegiatan.
Selain itu, pelatihan ini juga ditujukan kepada mahasiswa s1,S2, dan s3 yang akan menyusun skripsi, tesis, dan disertasi   untuk memperkaya wawasan  dan pengalaman tentang cara penelitian gender. Diharapkan hasil pelatihan ini dapat meningkatkan kwantitas dan kualitas penelitian gender sehingga dapat bermanfaat untuk pembangunan.

Tujuan
1.    Memberikan pengetahuan dan wawasan metode penelitian gender
2.    Meningkatkan penelitian multidisiplin ilmu dalam perspektif gender
3.    Memberikan wawasan analisis gender
4.    Memberikan wawasan aplikasi penelitian gender
5.    Menghasilkan proposal multidisiplin ilmu dengan perspektif gender

Sasaran
(1)    Dosen
(2)    Peneliti
(3)    Mahasiswa S1, S2 dan S3
(4)    Instansi Pemerintah
(5)    LSM
(6)    Umum

Materi
(1)    Konsepsi  dan Teori  Gender
(2)    Isu-Isu Gender dalam Pembangunan
(3)    Metode Penelitian Gender
(4)    Analisis Gender
(5)    Contoh Penelitian Gender
(6)    Studi Kasus
(7)    Penyusunan Proposal Penelitian Gender

Tempat
UC (University Club)  UGM, Yogyakarta, Indonesia

Waktu
Angkatan I
Selasa-Rabu, 7-8 Juni 2011
Angkatan II
Kamis-Jumat, 10-11 November 2011
Pendaftaran angkatan I ditutup pada tanggal 1 Juni 2011, kecuali ada konfirmasi
Pendaftaran angkatan II ditutup pada tanggal 1 November 2011, kecuali ada konfirmasi

Kontribusi Peserta
1.    Umum Rp 1.000.000,-/orang/angkatan
2.    Mahasiswa S1, S2 dan S3 Rp 800.000,-/orang/angkatan (dengan menunjukkan kartu mahasiswa)

Fasilitas
(1)    Bahan-bahan pelatihan
(2)    Sertifikat
(3)    Makan siang dan snack

Narasumber
Narasumber adalah ahli penelitian gender yang berkompeten

Peserta
Calon peserta dapat mendaftar ke PSW UGM secara langsung, atau melalui telp (+62 274) 583546, dan email: psw_ugm@yahoo.co.id.

Pembayaran
1.    Bagi yang berdomisili di DIY dan sekitarnya, pembayaran dilakukan langsung di PSW UGM Yogyakarta, Jl. Asemkranji Blok K-5, Caturtunggal Yogyakarta 55281
2.    Bagi yang berdomisili di luar DIY, pembayaran melalui rekening Bank Mandiri KCP UGM a.n Dra. Sri Djoharwinarlien Sugiharto S.U. – PSW UGM, no rek: 137-00-0690159-5

Kontak person :
Sekretariat
PSW-UGM: Telp/ Fax. (+62 274) 583546
Informasi penginapan di sekitar kampus UGM, dapat ditanyakan melalui PSW-UGM

FORMULIR KESEDIAAN

(Isi formulir lalu kirimkan melalui fax:
(+62 274) 583-546 atau e-mail:  psw_ugm@yahoo.co.id )

Nama:…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Organisasi/ Institusi: …………………………………………………………………………………………………………………………
Alamat kantor: …………………………………………………………………………………………………………………………
Telp / fax Kantor: ………………………………………………………..
Alamat Rumah: …………………………………………………………………………………………………………………………
Telp Rumah: ………………………………………………………..
HP: ………………………………………………………..
Email: ………………………………………………………..

Share This Post

Hasil-Hasil Penelitian PSW UGM tahun 2009

HASIL PENELITIAN PSW UGM TAHUN 2009
(1)    MODEL PENANGANAN BENCANA YANG SENSITIF GENDER DI PEDESAAN (PSW UGM-DIKTI)
- Relasi gender membawa pengaruh dalam kehidupan keseharian antara laki-laki dan perempuan. Relasi gender tersebut akan memberikan efek yang berbeda bagi laki-laki dan perempuan sebelum, ketika, dan setelah bencana terjadi sehingga dapat dipastikan bahwa laki-laki memiliki peluang lebih besar pada akses dan kunci-kunci penyelamatan karena peran laki-laki di wilayah publik, sedangkan perempuan lebih rentan menjadi korban bencana.
- Perempuan berada dalam posisi yang lebih rentan terhadap bencana melalui peran sosial yang dibangun oleh masyarakat. Perempuan memiliki lebih sedikit akses ke sumber daya, misalnya jaringan sosial dan pengaruh, transportasi, informasi, keterampilan (termasuk di dalamnya melek huruf), kontrol sumber daya alam dan ekonomi, mobilitas individu, jaminan tempat tinggal dan pekerjaan, bebas dari kekerasan, dan memegang kendali atas pengambilan keputusan. Continue reading Hasil-Hasil Penelitian PSW UGM tahun 2009

Share This Post

Pelaksanaan Seminar Internasional

Semimar  Internasional: Kontribusi Kajian Multi Disiplin Ilmu untuk Pencapaian Millenium Development Goals / MDGs (Tujuan Pembangunan Milenium)
Diselenggarakan Oleh PSW UGM
Tanggal 9 – 10 Desember di Hotel Cakra Kusuma, Yogyakarta

Dalam rangka mendukung pencapaian MDGs pada tahun 2015, PSW UGM akan menyelenggarakan Seminar Internasional yang berjudul Kontribusi Kajian Multi Disiplin Ilmu untuk Pencapaian Millenium Development Goals / MDGs (Tujuan Pembangunan Milenium). Seminar Internasional telah berlangsung selama dua hari mulai tanggal 9 – 10 Desember 2010  pukul 08.00-16.00 WIB di Hotel Cakrakusuma, Jl. Jl. Kaliurang No. 25 Km 5,2 Yogyakarta, Yogyakarta. Speaker utama adalah Mr. Oene Schreuder, M.ed dan pembicara dalam panel-panel dari berbagai universitas dari dalam dan luar negeri.
Peserta seminar adalah ahli dan pemerhati masalah MDGs yang berasal dari dalam dan luar negeri.
Untuk membedah tema tersebut akan dibuat sub tema kecil yang di bagi dalam cluster-cluster yang terdiri 5 cluster yang mewakili Tujuh Tujuan Pembangunan Milenium. Dengan sub tema sbb
(1)    menanggulangi kemiskinan dan kelaparan,
(2)    mencapai pendidikan dasar untuk semua,
(3)    mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan,
(4)    kesehatan
a.    menurunkan angka kematian anak,
b.    meningkatkan kesehatan ibu,
c.    memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya,
(5)    membangun kemitraan global untuk pembangunan

Makalah dan hasil seminar ini telah direview oleh Mr. Oene Schreuder, M.ed dan telah dipublikasikan sebagai hasil seminar.

Share This Post

Lokakarya Perencanaan Operasional Proyek Penguatan Hak-hak Perempuan

Pada tanggal 2-3 Juni 2010, salah satu staf peneliti, Niken Herminningsih, S.Pd, M.Hum, mewakili PSW UGM menghadiri Lokakarya Perencanaan Operasional Proyek Penguatan Hak-hak Perempuan di Hotel Salak, Bogor yang dilaksanakan oleh Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dengan GTZ-Jerman. Lokakarya tersebut merupakan salah satu bentuk kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jerman untuk perbaikan situasi hak-hak sipil perempuan Indonesia.

Kerja sama tersebut dilatarbelakangi oleh:
(1) Kurangnya pengertian akan hak-hak perempuan, di kalangan masyarakat (terutama perempuan miskin), pejabat pemerintah, administrasi, penyedia pelayanan publik, aparat hukum
(2) Diskriminasi oleh nilai-nilai sosiokultural
(3) Diskriminasi melalui kerangka kerja hukum (misalnya hukum keluarga)
(4) Kurangnya pelaksanaan hak perempuan:
- Perlindungan hukum pada hak perempuan melalui instansi hukum
- Tindakan promosi kesetaraan gender melalui instansi pemerintah
(5) Rendahnya kapasitas dari instansi di daerah untuk mendukung isu perempuan/ peningkatan kesadaran
Kelima hal tersebut di atas yang menjadi landasan untuk strategi proyek Penguatan Hak Perempuan di Indonesia.

Tujuan Proyek:
Kebijakan di tingkat nasional dan di tingkat daerah semakin menciptakan landasan bagi penghapusan diskriminasi-diskriminasi struktural terhadap perempuan.

Strategi Proyek Penguatan Hak Perempuan di Indonesia, mencakup 3 isu utama:
(1) Penyelesaian dan Implementasi Strategi Nasional Sosial Budaya Untuk Mewujudkan Kesetaraan Gender
Kuatnya pengaruh nilai sosial budaya terjadi di berbagai level kehidupan, termasuk di tingkat kebijakan publik. Diperlukan STRATEGI NASIONAL SOSIAL BUDAYA UNTUK MEWUJUDKAN KKG (Kesetaraan & Keadilan Gender) sebagai penegasan bahwa upaya untuk mewujudkan persamaan kedudukan antara laki-laki dan perempuan di berbagai kehidupan, masih seringkali dihadapkan kepada faktor sosial budaya di masyarakat yang belum berpihak kepada perempuan. STRATEGI NASIONAL SOSIAL BUDAYA UNTUK MEWUJUDKAN KKG untuk memberikan penyadaran sosial bahwa peningkatan status, posisi dan kondisi perempuan setara dengan laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan dan pembentukan karakter masyarakat Indonesia yang tidak hanya tanggap gender, tetapi menunjung tinggi kesetaraan

(2) Penguatan Hak Sipil Perempuan
STEREOTYPE BUDAYA PATRIARKHI menyebabkan perempuan cenderung pasif dan tidak mampu mengekspresikan kebutuhan dan kepentingannya, diskriminasi terhadap perempuan, dan kebijakan publik yang mengakibatkan perempuan belum sepenuhnya menjadi subyek pembangunan. Diperlukan upaya untuk memberikan penyadaran kepada perempuan untuk mengetahui hak-hak sipilnya.

(3) Perbaikan hukum keluarga dari perspektif politik, sosial, hukum dan ekonomi
- Batas usia perkawinan pertama
- Kedudukan, posisi dan identitas perempuan dan laki-laki masih ditentukan oleh identitas perkawinannya.
(a) suami adalah kepala rumah tangga sehingga laki-laki sebagai pencari nafkah
(b) Perempuan adalah ibu rumah tangga sehingga marginal dalam akses pekerjaan, permodalan, diskriminasi upah, dsb

Kegiatan Strategi Proyek Penguatan Hak Perempuan di Indonesia ini akan berlangsung sampai akhir 2012. Daerah-daerah yang akan dijadikan lokasi Proyek Penguatan Hak-hak Perempuan adalah Provinsi Jawa Tengah, Provinsi DIY, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Share This Post

Pengumuman Pengunduran Pelatihan Analisis Gender

Pelaksanaan Pelatihan Analisis Gender yang sedianya akan dilaksanakan pada tanggal 20-21 Mei 2010 dikarenakan sesuatu dan lain hal diundur sampai batas waktu yang belum dapat kami tentukan.

Demikian kami sampaikan, untuk itu kami mohon maaf maaf sebesar-besarnya dan dapat dijadikan maklum adanya.

Hormat kami,
Panitia

Share This Post